B. Indonesia Sekolah Menengah Pertama Baca Cerita hal.149-151 Buku Paket kemudian buat ringkasan/ceritakan dg kata-katamu sendiri menjadi satu paragraf (sekitar 3-5 kalimat). kelas 9 ​

Baca Cerita hal.149-151 Buku Paket kemudian buat ringkasan/ceritakan dg kata-katamu sendiri menjadi satu paragraf (sekitar 3-5 kalimat). kelas 9 ​

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman.

Care itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan

Sore itu ia

imah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar,

rum

anja kebutuhan

inCan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri

ceorang vwanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya.

Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman membuka dompetnya, lalu ia menyodorkan

selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu

menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan,

ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian

pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia

mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin

berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong

beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun

membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak...

tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!" Ironisnya

meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman

malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli camilan.

Pada kesempatan yang sama, Budiman berjalan ke arah ATM center

guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian,

Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

D depan ATM, la masukkan kartu ke dalam mesin. la tekan

gsung tombol informasi saldo. Sesaat kemudian muncul beberapa

angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil

di va istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman

alnya istri

akan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita

mengis Namun, Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:

pengemis.

aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat

"Bu..,

ia berucap hamdalah berkali-kali seraya

nenerimanya,

da Allah. Tid.

idak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu,

bersyukur

kepanak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

nia hanya menerima karunia dari Allah Swt. sebesar 10 ribu saja

emikian hebatnya bersyukur. Padahal, aku sebelumnya

idah seden

lihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada

meliha

mlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu

t melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angg dan

rupiah. Saat

rcenvum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu

hersyukurnya dia kepada Allah dan berterima kasih kepadaku. Kalau

memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga

Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar

biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu tetapi

sedikitpun aku tak berucap hamdalah"

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata

dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas

setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba.

Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala

nikmat-Mu